Research Gap: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

  1. Home
  2. »
  3. Pengertian
  4. »
  5. Research Gap: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Research Gap: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Teroopong – Apakah kamu pernah mendengar istilah “research gap” tapi belum sepenuhnya paham apa artinya? Tenang saja, dalam artikel ini kita akan menjelaskan secara lengkap apa itu research gap, pengertiannya, jenis-jenisnya, dan memberikan beberapa contoh untuk memudahkan pemahamanmu.

Research gap atau celah penelitian merupakan bagian penting dari dunia akademik yang sering kali terabaikan. Namun, pemahaman yang baik tentang konsep inearch gap merujuk pada area di mana pengetahuan atau pemahaman kita tentang suatu topik masih terbatas atau belum lengkap.

Ketika para peneliti menemukan research gap, ini menandakan adanya peluang untuk melakukan penelitian baru yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita tentang topik tersebut.

Pengertian Research Gap

Research gap (kesenjangan penelitian) adalah kesenjangan dalam pengetahuan yang muncul ketika penelitian sebelumnya belum sepenuhnya menjawab pertanyaan-pertanyaan penting atau belum mencakup semua aspek penting dari suatu topik.

Baca juga:   Storage Area Network (SAN): Manfaat dan Kegunaan SAN

Jenis – jenisnya

Research gap tidaklah homogen; ada berbagai jenisnya, masing-masing dengan karakteristik dan implikasi yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis kesenjangan penelitian yang umum:

  1. Celah Pengetahuan: Jenis kesenjangan penelitian yang paling umum terjadi ketika ada kekosongan informasi atau pemahaman tentang suatu topik. Penelitian sebelumnya mungkin belum cukup menjelajahi semua aspek yang relevan atau belum menyentuh topik-topik tertentu.

  2. Celah Metodologi: Terkadang, penelitian sebelumnya mungkin menggunakan metode yang kurang tepat atau tidak lengkap. Ini menciptakan peluang untuk penelitian baru dengan pendekatan metodologi yang lebih baik atau lebih komprehensif.

  3. Celah Bukti: Meskipun ada banyak penelitian tentang suatu topik, bukti atau data yang mendukung temuan tersebut mungkin masih kurang atau tidak memadai. Ini menciptakan peluang untuk penelitian tambahan yang menghasilkan bukti yang lebih kuat atau lebih jelas.

Baca juga:   OOH adalah: Out of Home Advertising dan Ketahui Contohnya

Contoh Research Gap

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh konkret dalam konteks yang berbeda:

  1. Penelitian tentang Dampak Perubahan Iklim terhadap Spesies Laut Langka: Meskipun ada banyak penelitian tentang perubahan iklim, namun masih sedikit penelitian yang secara khusus meneliti dampaknya pada spesies laut langka.

  2. Penelitian tentang Pengaruh Pola Asuh Terhadap Perkembangan Anak dengan Gangguan Autisme: Meskipun ada banyak penelitian tentang autisme dan pola asuh, namun masih sedikit penelitian yang fokus pada pengaruh pola asuh terhadap perkembangan anak dengan gangguan autisme.

  3. Penelitian tentang Hubungan antara Tingkat Stres dan Produktivitas Kerja di Kalangan Karyawan Milenial: Meskipun ada banyak penelitian tentang stres dan produktivitas kerja, namun masih sedikit penelitian yang meneliti hubungan ini secara khusus di kalangan karyawan milenial.

Baca juga:   Google Display Network dan Manfaatnya untuk Bisnis Online

Kesimpulan

Dengan pemahaman yang mendalam tentang kesenjangan penelitian, para peneliti dapat mengidentifikasi peluang-peluang baru untuk penelitian yang berharga dan relevan. kita dapat memperluas pemahaman kita tentang dunia di sekitar kita dan memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan ilmu pengetahuan dapat mengarah pada penelitian yang lebih berharga dan relevan. Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam apa itu research gap, pengertiannya, jenis-jenisnya, serta memberikan contoh-contoh yang konkret.

Artikel Terkait
Bisnis Hebat Dimulai dari Sini!

Isi Formulir Sekarang untuk Layanan Website, Branding, dan Medsos yang Profesional.

Daftar Isi